Pengalaman Pergi ke Jakarta Gamefest (JGF) 2026 di Binus Kemanggisan


Pada 10 Oktober 2026, saya berkesempatan mengunjungi Jakarta GameFest 2026 (JGF) yang diadakan di BINUS Kampus Anggrek, Kemanggisan. Saya datang sebagai visitor dengan tiket gratis setelah melakukan pendaftaran melalui website resmi acara.
Ini menjadi pengalaman pertama saya mengunjungi pameran game secara langsung. Awalnya saya agak bingung harus melakukan apa ketika sampai di lokasi. Namun, setelah berkeliling dan mencoba beberapa game buatan developer lokal, saya mulai memahami cara kerja pamerannya. Bahkan, saya menghabiskan sekitar tiga jam untuk mencoba enam game yang menarik perhatian saya.
Di artikel ini, saya akan membagikan pengalaman mengunjungi Jakarta GameFest 2026, mulai dari suasana pameran hingga game yang sempat saya mainkan.
Mengenal Jakarta GameFest 2026

Jakarta GameFest atau JGF merupakan pameran game yang digagas oleh Program Studi Game Application Technology (BINUSGAT), School of Computer Science, BINUS University.
Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2024, JGF berkembang menjadi wadah bagi pengembang game lokal untuk memperkenalkan karya mereka kepada publik. Pada 2025, acara ini menampilkan lebih dari 40 game buatan developer Indonesia dan menarik ribuan pengunjung.
JGF tidak hanya menghadirkan pameran game, tetapi juga berbagai kegiatan lain, seperti kompetisi esports, portfolio review, workshop, dan networking session bersama pelaku industri.
Pada kunjungan saya tanggal 10 Oktober 2026, saya datang sebagai visitor untuk mencoba game yang dipamerkan. Selain pameran, ada juga turnamen eFootball dan Tekken 8 yang menjadi bagian dari acara.
Cara Mengunjungi Jakarta GameFest 2026 sebagai Visitor

Buat kamu yang ingin tahu bagaimana cara saya datang ke acara ini, berikut informasi dasarnya:
- Tanggal: 10 Oktober 2026
- Lokasi: BINUS Kampus Anggrek, Kemanggisan
- Status kunjungan: Visitor
- Harga tiket: Gratis
- Pendaftaran: Melalui website resmi Jakarta GameFest
Pendaftaran visitor bisa dilakukan melalui tautan berikut:
Karena tiketnya gratis, saya bisa datang untuk melihat karya developer lokal dan mencoba game mereka secara langsung tanpa perlu membeli tiket masuk.
Pengalaman Pertama Mengunjungi Pameran Game

Karena baru pertama kali datang ke pameran game, awalnya saya cukup bingung. Apakah pengunjung hanya boleh melihat-lihat, atau kita memang dipersilakan untuk mencoba game yang ada di setiap booth?
Setelah melakukan satu putaran, akhirnya saya mulai memahami pola interaksinya.
Kalau ingin mencoba sebuah game, kita perlu menunggu di belakang pengunjung yang sedang bermain. Setelah orang tersebut selesai, kita bisa menawarkan diri untuk mencoba kepada orang yang berjaga di booth.
Salah satu cara untuk membedakan visitor biasa dengan orang yang berjaga adalah melihat lanyard yang mereka gunakan. Berdasarkan pengalaman saya saat itu, visitor biasa tidak memakai lanyard seperti petugas atau peserta tertentu.
Setelah mendapat giliran, kita bisa mencoba game sampai sesi bermain selesai. Kita juga bisa meminta kode QR kepada penjaga booth sebagai tanda bahwa kita sudah mengunjungi booth tersebut.
Ada hal menarik lainnya, yaitu pengunjung bisa mendapatkan berbagai freebies, mulai dari permen, stiker, hingga gantungan kunci. Selain itu, ada juga cosplayer yang bisa diajak berfoto.
Setelah memahami alurnya, saya jadi lebih nyaman berkeliling dan mencoba game yang menarik perhatian.
6 Game yang Saya Coba di Jakarta GameFest 2026
Selama sekitar tiga jam, saya mencoba enam game dari developer lokal. Waktu tersebut ternyata terasa cepat karena saya sering menunggu booth yang sedang ramai agar mendapat kesempatan bermain.
Berikut pengalaman saya saat mencoba masing-masing game.
1. TacturaM — Incommodious

TacturaM merupakan game hasil reboot dari versi PC-nya yang berjudul Tactura. Konsepnya cukup unik karena menggabungkan mekanisme catur dengan permainan kartu.
Pergerakan karakter mengikuti kotak-kotak yang tersedia, mirip seperti catur. Namun, untuk melakukan aksi, kita bergantung pada kartu yang diberikan.
Kalau tidak salah, ada sekitar 14 kartu yang tersedia di awal permainan. Kartu tersebut terbagi menjadi beberapa jenis, seperti Slide, Move, Dash, Rotate, dan Copy.
Tugas kita adalah bertahan dari serangan monster, melewati berbagai rintangan, dan mencapai garis merah yang sudah ditentukan.
Menurut saya, kombinasi pergerakan ala catur dan kartu aksi membuat TacturaM terasa berbeda dari game strategi yang biasa saya mainkan. Kita tidak bisa hanya asal bergerak karena harus menyesuaikan aksi dengan kartu yang tersedia.
2. Nekomichi — Eggtato

Nekomichi merupakan game cozy simulator bertema kucing yang sebenarnya sudah masuk wishlist saya di Steam. Jadi, ketika melihat game ini tersedia di pameran, tentu saya tertarik untuk mencobanya langsung.
Di sini, kita berperan sebagai wali kota sementara yang bertugas mengurus sebuah kota kecil dengan pengunjung berupa kucing.
Ada beberapa bangunan yang bisa dibuat, seperti restoran, taman bermain, dan tempat tinggal. Masing-masing mempunyai fungsi berbeda.
Restoran digunakan untuk melayani kucing yang datang. Kita bisa melihat feedback mereka setelah makan, kemudian menggunakannya untuk menentukan resep yang lebih sesuai dengan keinginan pengunjung dan meningkatkan kebahagiaan mereka.
Taman bermain juga efektif untuk meningkatkan indikator kebahagiaan, sedangkan tempat tinggal membantu menambah jumlah pengunjung kota.
Saya suka konsepnya karena menggabungkan pengelolaan kota dengan kebutuhan para kucing. Kalau kamu suka game santai yang berfokus pada pembangunan dan manajemen, Nekomichi bisa masuk daftar game yang perlu dipantau di Steam.
3. Ternak Hantu — Mad Geek Studio
Dari pertama kali melihat UI-nya, saya sudah tertarik dengan Ternak Hantu. Art style dan kontrolnya terasa sesuai dengan selera saya.
Dalam game ini, tugas kita adalah menghadapi alien sambil mengembangkan koleksi hantu. Kita bisa mengumpulkan hantu, memberi mereka makan, lalu memperoleh koin yang digunakan untuk membeli hantu lainnya.
Namun, kita harus berhati-hati ketika alien muncul. Mereka bisa menyerang dan membunuh hantu yang sudah kita rawat, sehingga progres permainan dapat kembali dari awal.
Untuk mempertahankan koleksi, kita perlu membeli hantu yang mempunyai kemampuan attack atau defense. Selain itu, kita juga harus cepat mengetuk alien yang menyerang agar hantu yang dimiliki tidak mudah dikalahkan.
Menurut saya, perpaduan mengumpulkan hantu dan mempertahankan mereka dari serangan alien membuat gameplay-nya menarik. Kita tidak hanya fokus menambah koleksi, tetapi juga harus memperhatikan pertahanan.
4. Yur, Sayur! — Fuhe Studio
Yur, Sayur! mengingatkan saya pada game berjualan seperti Tahu Bulat. Bedanya, kali ini kita menjual sayur-sayuran di lingkungan perumahan yang padat penduduk.
Kita perlu membeli stok sayuran sambil memperhatikan tren pasar untuk memperkirakan jumlah permintaan. Kalau stok tidak habis selama beberapa hari, sayuran tersebut akan layu.
Artinya, kita harus pintar mengelola persediaan agar tidak terlalu banyak membeli barang yang akhirnya tidak terjual. Tujuannya tentu mendapatkan keuntungan maksimal tanpa membuang terlalu banyak stok.
Ada satu fitur yang menurut saya cukup unik: kita bisa berpindah lokasi berjualan. Ketika pembeli di map pertama mulai sepi, kita dapat pindah ke tempat kedua untuk mencari pelanggan baru.
Mekanisme tersebut membuat game ini bukan sekadar simulasi jualan biasa. Kita juga harus memperhatikan kondisi pasar, mengelola stok, dan mencari lokasi yang masih memiliki banyak pembeli.
5. Archer’s Retirement Garden — LOGIC KrapuRED
Archer’s Retirement Garden menjadi salah satu game yang paling membuat saya ketagihan selama acara. Genre tower defense memang sudah menjadi salah satu favorit saya sejak lama.
Konsepnya menggabungkan pembangunan taman dengan pertahanan dari serangan monster. Kita bisa membangun taman impian, membeli skill, dan mengalahkan monster yang mendekat.
Game ini juga mempunyai cerita tentang seorang pensiunan prajurit terkuat yang memilih menjalani kehidupan damai dan tenang. Sayangnya, ia tetap harus bertahan dari monster yang datang mengganggu taman.
Jujur, saya tidak terlalu mendalami ceritanya saat mencoba game ini karena sudah terlalu asyik bermain. Saya bahkan berhasil menyelesaikan sampai Day 12 di booth tersebut.
Awalnya hanya ingin mencoba sebentar, tetapi ternyata malah keterusan. Buat saya, ini menjadi salah satu game yang paling berkesan dari enam game yang saya mainkan di Jakarta GameFest 2026.
6. The Battle of Gen — Game Dev Bogor
The Battle of Gen juga mengusung konsep tower defense, tetapi pendekatannya cukup berbeda.
Di tengah permainan terdapat satu tower yang harus dipertahankan dari musuh-musuh yang muncul di sekitarnya. Tugas kita adalah meningkatkan status tower agar mampu menghadapi serangan tersebut.
Upgrade yang tersedia berfokus pada beberapa aspek, seperti attack, defense, dan skill.
Dari percobaan singkat saya, konsepnya cukup mudah dipahami: musuh terus bermunculan, sementara kita perlu menentukan peningkatan yang paling sesuai untuk mempertahankan tower.
Karena saya hanya mencoba game ini di booth, saya belum sempat mendalami seluruh mekanismenya. Namun, konsep pertahanan satu tower dengan pilihan upgrade membuatnya menarik untuk dicoba lebih lanjut.
Tiga Jam Mencoba Game Lokal, Rasanya Masih Kurang

Secara keseluruhan, saya menghabiskan sekitar tiga jam untuk mencoba keenam game tersebut. Waktu itu ternyata tidak terasa lama karena saya harus menunggu ketika booth yang ingin dicoba sedang ramai.
Sebenarnya saya masih ingin berlama-lama di sana dan mencoba lebih banyak game. Namun, saya harus pulang sore karena ada urusan lain.
Dari enam game yang sempat dicoba, saya paling menikmati Archer’s Retirement Garden karena genre tower defense memang sesuai dengan selera saya. Sementara itu, Nekomichi menarik perhatian karena sudah masuk wishlist Steam saya sebelum datang ke acara.
Pengalaman ini juga membuat saya sadar bahwa pameran game bukan hanya tempat untuk melihat trailer atau membaca informasi tentang game. Kita bisa mencoba langsung gameplay-nya, bertanya kepada orang yang berjaga, dan mendapatkan gambaran lebih jelas tentang karya yang sedang dikembangkan.
Bagi developer lokal, kesempatan seperti ini juga bisa menjadi cara untuk memperkenalkan game mereka sekaligus menerima respons langsung dari pemain.
Kesimpulan

Pengalaman pergi ke Jakarta GameFest 2026 menjadi pengalaman yang menyenangkan karena ini pertama kalinya saya mengunjungi pameran game secara langsung. Saya bisa mencoba enam game lokal, menemukan beberapa konsep menarik, dan memahami bagaimana interaksi antara visitor dengan booth developer berlangsung.
Kalau kamu berkesempatan mengunjungi pameran game serupa, jangan cuma berkeliling melihat-lihat. Coba tanyakan apakah game di booth bisa dimainkan, tunggu giliran dengan tertib, dan manfaatkan kesempatan untuk mencoba karya developer lokal. Siapa tahu kamu menemukan game yang akhirnya masuk wishlist atau bahkan menjadi favorit baru.
Komentar (0)
Rekomendasi Untuk Anda
Daftar Lengkap Item Penambah EXP di Growtopia untuk Pemula dan Pro
- 7 Oktober 2026
Mencari item penambah EXP di Growtopia bisa menjadi pilihan bagi pemain yang ingin mempercepat kenaikan level. Selain mendapatkan EXP dari aktivitas seperti harvesting, breaking, surgery, cooking, atau quest, beberapa item tertentu juga bisa memberikan bonus EXP ketika melakukan aktivitas tertentu. Menariknya, setiap item mempunyai cara kerja yang berbeda. Ada yang memberikan tambahan EXP secara langsung, […]
Surabaya Jadi Medan Perang! 4 Tim Indonesia Buru Gelar FFWS SEA 2026 Fall
- 17 September 2026
Panggung esports Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Fall segera kembali memanas dengan digelarnya babak penentuan di Indonesia. Sebanyak dua belas tim terbaik dari kawasan Asia Tenggara, termasuk empat wakil kebanggaan Tanah Air, siap bertarung habis-habisan demi memperebutkan mahkota juara regional serta tiket menuju panggung global. Pertarungan Sengit 12 Tim Elite Asia […]
HUB.ID Global Summit 2026 Pertemukan 81 Startup di Bali
- 26 Oktober 2026
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sukses menggelar acara HUB.ID Global Summit 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 20 hingga 21 Oktober 2026 ini merupakan bagian dari rangkaian acara Bali Tech Week 2026. Pertemuan Bisnis Skala Global Dalam hajatan tersebut, sebanyak 81 startup dipertemukan dengan 45 investor serta 35 korporasi […]
8 Cara Profit di Cyber Monday Growtopia, Gems 2x Lipat!
- 17 September 2026
Cara Profit Cyber Monday Growtopia Cyber Monday Growtopia merupakan event yang hadir setelah Black Friday dan biasanya hanya berlangsung dalam waktu singkat. Salah satu keuntungan utama event ini adalah adanya buff Gems, sehingga aktivitas seperti breaking block dan harvest bisa menghasilkan Gems lebih banyak dari biasanya. Namun, kalau hanya mengandalkan farming Gems, sebenarnya masih ada […]
Marvelous Usulkan Muramasa: Revenant Blades Rilis ke PC
- 26 Oktober 2026
Rencana perilisan versi PC untuk Muramasa: Revenant Blades melalui Steam ternyata merupakan usulan langsung dari Marvelous selaku penerbit. Langkah ini sekaligus menjadikan proyek tersebut sebagai judul perdana buatan studio Vanillaware yang resmi hadir di platform milik Valve tersebut. Pertimbangan Masuk ke PC dan Adaptasi Kontrol Keputusan membawa game ini ke PC telah ditetapkan sejak tahap […]
Review Arknights: Endfield: Seru, tapi Kamu Harus Betah Jadi Anak Pabrik
- 17 September 2026
Kalau kamu sudah bosan dengan game gacha open world yang gameplay-nya kurang lebih berkutat di eksplorasi, combat, dan gacha karakter, Arknights: Endfield menawarkan sesuatu yang cukup berbeda. Game ini tetap punya dunia open world, story, karakter, battle, dan sistem gacha, tetapi ada satu mekanik yang menjadi bagian paling penting dari gameplay-nya, yaitu membangun dan mengelola […]
Romancing SaGa 3: Destinies United Siap Rilis 2027
- 27 Oktober 2026
Pengembang Square Enix resmi mengumumkan detail sistem pertarungan dan fitur terbaru untuk Romancing SaGa 3: Destinies United, gim remake berbasis visual 3D dari era JRPG klasik tahun 1995. Seperti dilaporkan DirektoriGim, petualangan ini dijadwalkan meluncur untuk berbagai platform konsol dan PC pada pertengahan Februari 2027. Jalan Cerita Bebas dan Visual 3D Baru Gim ini mempertahankan […]
3 Alasan Invest Songpyeon dan Lucky Clover untuk Farmer Rata Kanan!
- 15 Oktober 2026
Alasan Invest Item Songpyeon dan Lucky Clover itu Perlu saat Massing di Growtopia Farmer Rata Kanan merupakan tipe pemain yang tetap melakukan farming tapi dengan item dan gear yang berbeda. Mereka sudah menggunakan Level Ancestral yang tinggi, atau menggunakan BBH, dan item farming lainnya untuk meningkatkan produktifitas farming. Dan yang mereka farming bukan lagi sekedar […]

Saat ini belum ada komentar